Tanggap Sasmita, Perduli Bencana Sulawesi Tengah

0

Magrib itu, hari jum’at tanggal 28 September 2018 datang berita tidak diduga dari tanah Sulawesi. Berita yang sangat mengagetkan dan membuat syok kita semua. Disore menjelang malam yang indah itu kita dikejutkan oleh berita telah terjadi tsunami di Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Dapat dikatakan bahwa kota Palu, Donggala dan daerah sekitar di Sulawesi Tengah lumpuh total. Air bah telah meluluhlantakkan semua yang dilewati, tak terkecuali ratusan manusiapun ikut terseret oleh arus air dari laut yang menghempaskan semua yang diterjangnya. Hingga saat ini korban jiwa yang meninggal sudah mencapai 800an orang dan korban luka-luka mencapai 540an orang, ini belum final.

Ditengah-tengah kunjungan kerja di kota Solo, akhirnya malam itu juga diputuskan untuk dibentuk tim khusus untuk menangani dan memantau langsung perkembangan dan penanganan pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Dan semua dibawah pengawasan langsungnya untuk memastikan semua sudah sesuai dengan arahan dan tertangani dengan cepat.

Minggu pagi, berita terkait kondisi pasca bencana terus bergaung dan bergema. Tanpa pikir panjang dan tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri, dia segera memutuskan untuk bertolak ke Sulawesi Tengah guna memantau secara langsung kondisi korban dan kondisi wilayah bencana, walaupun secara protokoler itu tidak diperbolehkan karena berbahaya bagi keselamatannya sebagai simbol negara.

Tetapi mau bagaimana lagi? Bapakyang terkenal koppig ini merasa tak cukup puas hanya dengan menginstruksikan jajarannya untuk menangani kondisi pasca gempa. Tidak, semua tidaklah cukup, karena begitu besar kecintaannya kepada rakyat Indonesia.

Gerak cepat laki-laki bertubuh kurus ini tak hanya sebatas intruksi, akan tetapi juga aksi nyata pemantauan terhadap penanganan diwilayah bencana. Bahkan tak hanya memantau dia turun tangan langsung dilokasi bencana tersebut.

Setelah menggelar rapat bersama seluruh jajaran untuk mengkoordinasikan perkembangan dan penanganan bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Diantaranya adalah penanganan khusus terkait pasokan bahan makanan, air bersih, bbm dan listrik. Dimana itu segera diupayakan dengan melakukan pengiriman melalui udara, sehingga diharapkan tidak akan ada kelaparan, kehidupan dapat segera berjalan normal, masa rehabilitasi segera dapat terlampaui dan roda ekonomi dapat bangkit kembali.

Dengan tubuh kurusnya dia menyisir kota Palu dan mengunjungi beberapa lokasi gempa dan lokasi terdampak gempa serta tsunami. Diantara puing dan reruntuhan, dia memastikan keadaan para korban dan mengupayakan penanganan seoptimal mungkin. Semua dikoordinasikan dengan teliti dan detail dengan jajarannya, baik yang berada pemerintah tingkat daerah maupun pemerintah pusat. Menurutnya semua dapat cepat ditangani jika ada koordinasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

Berkali-kali, tak lupa dia mengajak semua rakya baik dari semua kalangan untuk medoakan saudara-saudara yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan sekitarnya pada khususnya. “Semoga kita semua selalu diberi perlindungan, keselamatan dan ketabahan. Semoga dampak bencana gempa dan tsunami dapat segera pulih dan tertangani” Baginya ujian ini sudah menjadi tanggung jawab bersama. Karena tragedi ini merupakan duka bersama.

Jokowi, laki-laki kurus yang tak pernah letih. Kami bangga padamu pak Presiden, sosok pemimpin yang adil dan dicintai.

Oleh : Tirta Alumnus Universitas Muhammadiyah Solo

BAGIKAN
www.liputanindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here