Ratusan Pelajar SMA Negeri di Grobogan Demo Turunkan Kepala Sekolah

0

Ratusan Pelajar SMA Negeri 1 Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah demo aksi mogok belajar untuk mendesak kepala sekolah (KS) segera turun dari jabatannya, Kamis (16/8) .

Para pelajar menilai KS tidak layak memimpin sekolah itu karena sikapnya yang arogan dan ada dugaan dana bantuan sekolah di korupsi senilai ratusan juta rupiah.

Beberapa pelajar sebelumnya hanya menggelar aksi mogok belajar dan berusaha kabur dengan meloncati pagar sekolah. Pagar sengaja digembok pihak sekolah agar para siswa tidak kabur. Ratusan pelajar kemudian sepakat menggelar aksi mogok sekolah di halaman sejak Kamis pagi hingga siang hari.

Di aksi tersebut, para pelajar kelas X hingga kelas 12 SMA Negeri 1 Karangayung meneriakkan yel-yel turunkan kepala sekolah. Mereka juga mendesak kepala sekolah segera menemui para pelajar. Namun hingga jam pelajaran usai, kepala sekolah tetap menolak menemui pelajar dan meminta maaf.

Ketua OSIS SMA Negeri 1 Karangrayung Rizki Eko menjelaskan, sikap arogan kepala sekolah sudah sangat keterlaluan. Selama ini, kepala sekolah tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada para pelajar. Dia selalu merokok di sekolah ketika jam belajar dan mengenakan kaos saat jam upacara.

“Selain itu, kepala sekolah juga sering memarahi para guru yang muda di depan pelajar. Kami tidak bisa meniru perilaku kepala sekolah yang tidak bisa mengajarkan hal yang baik kepada muridnya sendiri,” kata Rizki.

Bahkan, guru dan pelajar yang hendak menjalankan shalat pun tidak diperbolehkan kepala sekolah dan harus menyelesaikan semua aktivitas selama jam sekolah belum usai. Selain itu, banyak kegiatan OSIS yang tidak disetujui oleh kepala sekolah tanpa alasan jelas.

Para pelajar juga menyoroti soal keberadaan dana sekolah senilai Rp174 yang tidak jelas. Siswa yang menanyakan soal dana tersebut selalu dimarahi kepala sekolah.

Salah seorang pelajar kelas XII SMAN 1 Karangayung, Hidal Silfi Anjani mengatakan, kepala sekolah selama ini juga sering menegur pelajar dengan cara yang dinilai tidak sopan. “Suka marahin muridnya dengan cara yang enggak sopan. Misalnya soal pintu rusak, kalau yang perempuan disuruh harus jual dirilah, yang laki-laki disuruh jadi maling,” kata Hilda Silfi Anjani.

Sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan SMA Bukan Nusakambangan, para pelajar terus meminta kepala sekolah untuk dicopot dari jabatan. Beberapa orang tua pelajar yang menjadi pengurus komite sekolah kemudian menggiring seluruh pelajar ke halaman sekolah untuk meredam emosi mereka. Para pelajar akhirnya tenang setelah beberapa orang tua memberikan dukungan dan mencoba untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah.

Seluruh pelajar kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan pengarahan dari wali murid. Tuntutan terakhir siswa, pihak sekolah harus lebih transparan terkait penggunaan dana BOS dan dana lain yang dikelola sekolah. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi jika dalam waktu sebulan kepala sekolah tidak segera dicopot dan dipindah.

“Langkah pertama kami masih mediasi dulu dan melihat perkembangan. Kalau belum ada perubahan, kami akan mogok semua, kami mau nurunin beliau,“ kata Ketua OSIS SMA Negeri 1 Karangrayung Rizki Eko.

Sementara hingga jam pelajara usai, Kepala SMAN 1 Karangrayung Deni Rachmadi masih tetap berada di ruang kerjanya. Dia menjelaskan, selama ini ada miss communication dengan pelajar dan guru sehingga muncul gejolak dari pelajar.

Terkait komplain pelajar, Deni mengaku memang pernah merokok beberapa kali, namun dia melakukannya di ruang kerja. Dia juga menolak tuduhan terkait larangan terhadap guru dan pelajar untuk beribadah pada jam ibadah.

“Saya tadi menyampaikan ke staf-staf saya tolong aspirasi murid-murid disampaikan kepada saya supaya saya tahu. Masalahnya pengaturan jadwal yang ternyata tidak sesuai. Nanti saya evaluasi lagi, semoga ini membuat sekolah ini lebih baik lagi,” kata Deni Rachmadi. (inews.id/LG)

atusan Pelajar SMA Negeri 1 Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah demo aksi mogok belajar untuk mendesak kepala sekolah (KS) segera turun dari jabatannya, Kamis (16/8) .

Para pelajar menilai KS tidak layak memimpin sekolah itu karena sikapnya yang arogan dan di lansir dari inews.id, ada dugaan dana bantuan sekolah di korupsi senilai ratusan juta rupiah.

Pantauan awak media, beberapa pelajar sebelumnya hanya menggelar aksi mogok belajar dan berusaha kabur dengan meloncati pagar sekolah. Pagar sengaja digembok pihak sekolah agar para siswa tidak kabur. Ratusan pelajar kemudian sepakat menggelar aksi mogok sekolah di halaman sejak Kamis pagi hingga siang hari.

Di aksi tersebut, para pelajar kelas X hingga kelas 12 SMA Negeri 1 Karangayung meneriakkan yel-yel turunkan kepala sekolah. Mereka juga mendesak kepala sekolah segera menemui para pelajar. Namun hingga jam pelajaran usai, kepala sekolah tetap menolak menemui pelajar dan meminta maaf.

Ketua OSIS SMA Negeri 1 Karangrayung Rizki Eko menjelaskan, sikap arogan kepala sekolah sudah sangat keterlaluan. Selama ini, kepala sekolah tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada para pelajar. Dia selalu merokok di sekolah ketika jam belajar dan mengenakan kaos saat jam upacara.

“Selain itu, kepala sekolah juga sering memarahi para guru yang muda di depan pelajar. Kami tidak bisa meniru perilaku kepala sekolah yang tidak bisa mengajarkan hal yang baik kepada muridnya sendiri,” kata Rizki.

Bahkan, guru dan pelajar yang hendak menjalankan shalat pun tidak diperbolehkan kepala sekolah dan harus menyelesaikan semua aktivitas selama jam sekolah belum usai. Selain itu, banyak kegiatan OSIS yang tidak disetujui oleh kepala sekolah tanpa alasan jelas.

Para pelajar juga menyoroti soal keberadaan dana sekolah senilai Rp174 yang tidak jelas. Siswa yang menanyakan soal dana tersebut selalu dimarahi kepala sekolah.

Salah seorang pelajar kelas XII SMAN 1 Karangayung, Hidal Silfi Anjani mengatakan, kepala sekolah selama ini juga sering menegur pelajar dengan cara yang dinilai tidak sopan. “Suka marahin muridnya dengan cara yang enggak sopan. Misalnya soal pintu rusak, kalau yang perempuan disuruh harus jual dirilah, yang laki-laki disuruh jadi maling,” kata Hilda Silfi Anjani.

Sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan SMA Bukan Nusakambangan, para pelajar terus meminta kepala sekolah untuk dicopot dari jabatan. Beberapa orang tua pelajar yang menjadi pengurus komite sekolah kemudian menggiring seluruh pelajar ke halaman sekolah untuk meredam emosi mereka. Para pelajar akhirnya tenang setelah beberapa orang tua memberikan dukungan dan mencoba untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah.

Seluruh pelajar kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan pengarahan dari wali murid. Tuntutan terakhir siswa, pihak sekolah harus lebih transparan terkait penggunaan dana BOS dan dana lain yang dikelola sekolah. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi jika dalam waktu sebulan kepala sekolah tidak segera dicopot dan dipindah.

“Langkah pertama kami masih mediasi dulu dan melihat perkembangan. Kalau belum ada perubahan, kami akan mogok semua, kami mau nurunin beliau,“ kata Ketua OSIS SMA Negeri 1 Karangrayung Rizki Eko.

Sementara hingga jam pelajara usai, Kepala SMAN 1 Karangrayung Deni Rachmadi masih tetap berada di ruang kerjanya. Dia menjelaskan, selama ini ada miss communication dengan pelajar dan guru sehingga muncul gejolak dari pelajar.

Terkait komplain pelajar, Deni mengaku memang pernah merokok beberapa kali, namun dia melakukannya di ruang kerja. Dia juga menolak tuduhan terkait larangan terhadap guru dan pelajar untuk beribadah pada jam ibadah.

“Saya tadi menyampaikan ke staf-staf saya tolong aspirasi murid-murid disampaikan kepada saya supaya saya tahu. Masalahnya pengaturan jadwal yang ternyata tidak sesuai. Nanti saya evaluasi lagi, semoga ini membuat sekolah ini lebih baik lagi,” kata Deni Rachmadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here