Potensi Kemaritiman Indonesia

0
Akhirman.MM, PKMD KAHMI Kota Batam

Salah satu potensi ekonomi daerah yang harus dikelola dengan baik dan memiliki daya tari untuk kelancaran urban orang dan barang adalah “pelabuhan”.

Jika selama ini kebanyakan masyarakat taunya pelabuhan hanyalah tempat sandar kapal baik ukuran kecil, sedang dan besar. Turun naiknya orang dan barang yang berasal dari suatu daerah, pulau, kota, atau negara untuk daerah, pulau, kota atau untuk negara lainnya yang di gerakkan oleh kapal yang berlayar.

Patut sudah kita ketahui jika ingin mengetahui peluang besar penerimaan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, menurunkan beban biaya untuk orang dan barang yang dikeluarkan apabila jika dibandingkan dengan tidak tersedianya pelabuhan.

Pelabuhan, tetaplah pelabuhan. Namun Potensi ekonomi yang diberikan mulai dari area lingkungan pelabuhan yang dikelola dengan baik oleh pemerintah berpengaruh terhadap penerimaan daerah dan tentunya juga secara nasional tergantung struktur organisasi yang mengelolanya.

Mulai dari bagian darat area pelabuhan kita ketahui ada Retribusi Parkir salah satunya, setiap kendaraan mulai dari roda dua, roda empat dan seterusnya yang masuk ke area pelabuhan pastikan apakah di kenakan retribusi parkir ? Inilah artinya fungsi pengelolaan pelabuhan laut yang harus di sempurnakan sarana dan prasarananya karena ratusan bahkan ribuan kendaraan setiap harinya keluar masuk menggunajan jasa area pelabuhan.

Sumber ekonomi berikutnya adalah masih area pelabuhan bagian darat dimana setiap penumpang akan dikenakan pass pelabuhan mulai dari dua ribu rupiah hingga empat puluh lima ribu rupiah sesuai dengan pelabuhan tujuan bepergian seseorang tersebut dalam atau ke Luar Negeri. Dalam hal ini ratusan bahkan ribuan penumpang yang keluar masuk menggunakan jasa area pelabuhan laut wilayah maritim ini.

Sumber Ekonomi lainnya dari sebuah pelabuhan adalah jasa labuh tambat. Sektor ini yang mungkin masyarakat juga belum mengetahuinya. Pengelolaannya ada pada instansi dinas terkait dengan pelabuhan. Strukturnya di hitung dari GT (Gross Tonase) kapal yang berlabuh (tambat) artinya menggunakan jasa pelabuhan sesuai ukuran dan fungsi kapal dikalikan dengan nilai rupiah berdasarkan peraturan atau UU yang berlaku. Apalagi jika yang berlabuh atau tambat adalah kapal berbendera asing maka akan di kurs kan dengan mata uang asing atau mengikuti ketentuan yang berlaku.

Tidak heran bilamana pelabuhan berskala internasional pengelolaannya ada ditangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. (*)

BAGIKAN
www.liputanindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here