Penjaga Kamar Mandi Tewas di Dalam Tandon Air di Gayamsari

0

Sesosok pria paruh baya tewas di dalam tandon air yang berada di atas kamar mandi umum, area Relokasi Pasar Johar, Masjid Agung Jawa Tengah, Gayamsari pada hadi Rabu (22/8/2018).

Sontak kejadian tersebut mengagetkan warga sekitar. Informasi yang dihimpun liputanindonesia.com, tewasnya pria paruh baya yang bernama ‘Sudari’ (63 tahun) warga jalan Gedong Songo Timur IV, Manyaran, Semarang Barat diketahui akibat tertimpa reruntuhan bangunan di toilet umum kampung Sedogan.

Saat ditemukan korban dalam posisi tengkurap di dasar tandon yang tidak berisi air.

Di ketahui Sudari juga dikenal sebagai penjaga kamar mandi umum, jasadnya pertama ditemukan oleh Muslimin (40 tahun).

Pria yang tinggal di Parang Sarpo II, Tlogosari Kulon, Pedurungan, Semarang itu awalnya akan bergantian menjaga toilet umun.

“Saat itu saya datang, akan menggantikan menjaga toilet umum sekitar pukul 8.00 pagi tadi, kucari-cari pak Dari nggak ada, tapi saya yakin dia tidak berada jauh dari sini soalnya sepeda motornya masih terparkir,” terangnya kepada petugas kepolisian yang memeriksa.

Merasa penasaran, ia terus mencari ke setiap sudut. Tidak lama setelah pencarian, terbersit di pikirannya untuk mencarinya di dalam tandon air toilet umum tersebut.

“Saya kepikiran karena kemarin sempet omong-omongan akan membersihkan dan menguras tandon. Pikir saya apa belum selesai mau saya bantu,” bebernya.

Namun, alangkah terkejutnya Muslimin saat mengetahui Sudari tertelungkup di dasar tandon. Ia mencoba membangunkan namun tidak ada respon dari pria berusia 63 tahun tersebut. Muslimin kemudian memanggil beberapa orang untuk memastikan.

Tidak lama setelah itu, petugas kepolisian dan ambulance datang ke lokasi dan memastikan bahwa Sudari sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Wahyuni Sri Lestari menjelaskan dugaan awal korban meninggal karena kelelahan.

“Sementara dugaannya itu karena tidak ada luka dan tidak ada instalasi listrik sebagai indikasi dia tersengat,” terang polwan yang akrab disapa Kompol Yuni tersebut saat dihubungi wartawan Tribunnews.com melalui telefon, Rabu (22/8/2018).

Meski demikian, ia memastikan itu hanya dugaan awal. Untuk memastikan. Polisi membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Semarang. Sudari akan diperiksa untuk melihat dari segi medis apa yang membuatnya meninggal dunia.

“Saat ini masih diperiksa, nanti jika sudah ada hasilnya pasti kami kabarkan,” imbuh Kompol Yuni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here